8 Fakta Tokyo, Ketahui Sebelum Berangkat ke-Jepang

ZonaAsia – 8 fakta Tokyo yang perlu kamu ketahui. Mulai dari keramahan orangnya, budaya yang luar biasa hingga kuliner kelas dunia. Mengunjungi Tokyo adalah pengalaman yang tak terlupakan.

Ibu Kota Jepang ini, menjadi salah satu tujuan wisata populer di Asia dan muncul dalam daftar destinasi teraman dan terbaik. Namun, perjalanan ke Tokyo bisa memberikan tantangan tersendiri.

Berapa lama kamu akan tinggal? Apa yang harus dipakai? Bagaimana dengan gempa bumi? Apakah kamu akan mengalami diskriminasi? Apakah ada tips untuk mempermudah perjalanan?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan masih banyak lagi, berikut adalah beberapa hal penting yang harus kamu ketahui sebelum mempersiapkan keberangkatan ke Tokyo.

Suasana Perkotaan Tokyo
Suasana perkotaan Tokyo.

8 Fakta Tokyo, ada yang kurang bersahabat.

1.Persiapkan barang-barang penting dan obat
Kamu bisa membeli hampir semua barang di Tokyo, tetapi seringkali mereknya tidak sama dengan yang kamu miliki di rumah. Tak hanya itu, kemasannya juga tidak dicetak dalam bahasa Inggris.

Daripada pergi mencari-cari di sini, akan lebih mudah untuk membawa produk bayi, obat-obatan yang dijual bebas, obat resep, dan barang-barang penting lainnya dari rumah.

Pastikan obat-obatan itu legal di Jepang. Apa pun yang mengandung Adderall, misalnya, tidak diperbolehkan. Ada juga batasan jumlah obat yang dapat dibawa. Kedutaan Besar negara asalmu di Jepang memiliki halaman yang berguna untuk merinci apa saja yang diizinkan dan tidak diizinkan.

2. Unduh beberapa aplikasi penting sebelum tiba di Tokyo
Untuk berkeliling dengan transportasi umum, unduh Japan Travel by Navitime. Aplikasi ini memiliki fungsi perencanaan rute perjalanan, ditambah info tentang penyewaan mobil, penukaran mata uang, dan prakiraan cuaca.

Untuk ketenangan pikiran, Safety Tips adalah aplikasi gratis lainnya yang berguna. Aplikasi ini mengirimkan peringatan darurat dan memiliki info tentang segala sesuatu yang perlu kamu ketahui jika terjadi gempa bumi, topan, atau tsunami, serta cara menemukan dokter berbahasa Inggris.

3. Menginaplah setidaknya seminggu
Ketiga, kamu dapat menikmati waktu hanya 48 jam di kota ini. Tetapi, untuk mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam setidaknya membutuhkan waktu ideal satu minggu.

Kakao Tokyo
Salah satu tujuan wisata di Tokyo. Tepatnya di Gunung Takao.

Mulai dari pemandangan yang menarik hingga pengalaman langsung. Seperti, melakukan perjalanan sehari ke kuil-kuil bersejarah di Kamakura, situs Warisan Dunia di Nikko, atau jalur pendakian Gunung Takao.

4. Kenakan Pakaian Sesuai Musim
Meskipun terdengar membosankan, mengetahui apa yang akan dikenakan di Tokyo sering kali lebih penting daripada mengikuti mode. Kamu dapat menyiapkan pakaian yang sesuai dengan cuaca.

Musim panas yang terik dan lembab sangat menguras tenaga. Kamu akan melihat banyak penduduk setempat mengenakan topi, celana pendek dan kaos. Meskipun demikian, jarang melihat orang yang mengenakan baju terbuka pada bagian atas tubuhnya.

Dalam hal mode, di luar lingkungan kerja, apa pun bisa dipakai di Tokyo. Lihat saja mode yang semarak di Harajuku atau cosplayer di Akihabara. Meskipun begitu, ada beberapa pengecualian yang mungkin kamu temui.

Untuk pergi ke restoran kelas atas, berpakaianlah dengan sopan. Namun jika kamu makan sushi, jangan memakai parfum atau cologne karena hal itu dapat mengganggu cita rasa sushi yang lembut dan dianggap tidak sopan.

Bila kamu akan menghadiri upacara minum teh, pastikan mengenakan pakaian yang cukup longgar untuk berlutut di atas tatami, lalu lepaskan cincin atau gelang apa pun sebelumnya agar tidak merusak cangkir teh.

5. Minuman dan obat-obatan
Fakta Tokyo berikutnya, mari kita mulai dengan kabar baiknya. Jika kamu suka minum bir di taman, ini adalah hal yang legal. Selama kamu berusia minimal 20 tahun (usia legal untuk minum dan membeli alkohol). Namun, perhatikan tata krama saat melakukannya, jangan terlalu berisik dan selalu bersihkan sampahmu.

Night Life Tokyo

Namun, narkoba untuk rekreasi adalah masalah yang berbeda. Jepang memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap ganja dan obat-obatan terlarang lainnya. Satu pengecualian adalah produk CBD (cannabidiol), yang sedang tren saat ini.

Namun, produk tersebut secara hukum tidak boleh mengandung THC (tetrahydrocannabinol) di Jepang, komponen yang membuat ganja menjadi teler.

6. Waspadai perdagangan seks dan calo
Untuk sebuah negara yang dalam banyak hal sangat konservatif, mungkin akan mengejutkan melihat bagaimana pekerjaan seks di depan umum di Tokyo.

Hal ini muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari klub-klub untuk minum-minum dan bercumbu hingga rumah bordil pemandian yang disebut soapland.

Pekerjaan seks juga memiliki hubungan yang kuat dengan yakuza, kelompok kejahatan terorganisir di Jepang.

 

Meskipun kamu dapat dengan aman berjalan melewati tempat-tempat “dewasa” ini. Seperti, daerah lampu merah Kabukicho di Shinjuku (yang juga merupakan rumah bagi banyak bar dan restoran).

Namun, hindari pergi ke bar atau klub dengan calo dari luar, yang menawarkan teman wanita. Tak jarang hal itu tidak sesuai ekspetasi.
Selain eksploitasi terhadap para wanita yang bekerja di tempat-tempat ini. Kamu dapat dengan mudah tertipu, biasanya tagihan untuk minum yang sangat tinggi.

Kebencanaan di Tokyo

7. Bersiaplah untuk gempa
Dengan hampir 2000 getaran yang dapat dirasakan di Jepang setiap tahunnya, penduduk setempat sudah terbiasa dengan gempa bumi. Untungnya, sekitar 90% bangunan di Tokyo tahan gempa, termasuk semua bangunan yang dibangun setelah undang-undang yang lebih ketat diberlakukan pada tahun 1982.

Kamu juga mungkin akan mengalami satu atau dua kali topan, jika berkunjung antara bulan Mei dan Oktober. Bagian selatan dan barat Jepang biasanya mengalami topan terburuk saat angin menghantam daratan, sedangkan Tokyo sering kali menerima topan yang tidak terlalu kuat.

Namun, topan tetap saja mengganggu. Transportasi umum bisa saja terganggu selama satu hari, dan bisnis serta tempat wisata akan tutup. Lakukan apa yang dilakukan penduduk setempat dan tunggu di dalam rumah.

Saat terjadi bencana alam, selalu ikuti perkembangan terbaru dengan menyalakan penyiar publik NHK atau memeriksa aplikasi Tips Keselamatan.

8. Sayangnya diskriminasi tidak jarang terjadi
Jepang cenderung menerima dan mendiskriminasi secara diam-diam. Sebagai seorang wisatawan, kecil kemungkinan kamu akan ditolak di sebuah bar atau restoran karena kamu adalah orang asing. Namun, hal ini nampaknya bisa terjadi untuk seorang gaijin (orang asing) dari Asia Tenggara atau Afrika.

Tidak ada hukum yang melarang hubungan sesama jenis. Dengan adanya Shinjuku-nichome, Tokyo memiliki salah satu distrik LGBTIQ+ terbesar dan paling ramai di Asia.

spot_imgspot_img

Subscribe

Related articles

5 Rekomendasi Hotel Terbaik di Jogja, Menikmati Keindahan dan Kenyamanan

ZonaAsia - Rekomendasi hotel terbaik di Jogja berikut, menawarkan...

They.We, Kulit Cerah Berseri Cocok Untuk Anak Muda

ZonaAsia - Saat ini, remaja tidak perlu lagi merasa...

Rekomendasi Wisata Thailand untuk Solo Traveler

ZonaAsia - Ada beberapa rekomendasi wisata Thailand untuk Solo...

7 Rekomendasi HP Harga 3 Jutaan: Pilihan Tepat untuk Kebutuhan Anda

ZonaAsia - Rekomendasi handphone (HP) berkualitas di angka 3...

5 Kampus Terbaik di Asean Tahun 2024, Salah Satunya dari Indonesia

ZonaAsia - Terdapat beberapa Kampus Terbaik di Asean yang...
spot_imgspot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here